Kerja Sama Bidang Keamanan dan Politik Antar Negara ASEAN

Kerja Sama Bidang Keamanan dan Politik Antar Negara ASEAN

Negara yang berada di kawasan Asia Tenggara menjalin hubungan multilateral dan tergabung menjadi negara ASEAN. Dalam menjalankan hubungan antar negara, negara-negara yang tergabung dengan ASEAN menjalin kerja sama di bidang keamanan dan politik. Kerja sama keamanan dan politik antar negara ASEAN dilakukan guna melahirkan perdamaian di wilayah regional dan global. Kerja sama yang dilakukan oleh negara ASEAN dilakukan secara terbuka dan didasari pada pendekatan yang komprehensif serta tidak ditujukan untuk menciptakan aliansi militer.

Contoh kerja sama politik yang dilakukan oleh negara ASEAN adalah dengan menempatkan duta besarnya di ibu kota negara. Kerja sama politik juga dapat dilakukan dengan cara melakukan kunjungan negara ASEAN dan menghormati permasalahan yang ada di negara tanpa melibatkan diri di dalamnya. Menjadi organisasi internasional yang telah terbentuk sejak tahun 1967 ini, ASEAN telah banyak melakukan kerjasama politik dan keamanan antar negara.

Kerja Sama Politik Antar Negara ASEAN

Kerja Sama Bidang Keamanan dan Politik Antar Negara ASEAN

Seperti penjelasan sebelumnya, negara-negara yang masuk ke dalam kawasan Asia Tenggara dan bergabung dengan ASEAN telah melakukan banyak kerja sama. ZOPFAN menjadi bentuk kerja sama politik antar negara ASEAN yang pertama. ZOPFAN merupakan sebuah kerangka perdamaian yang tidak hanya mencakup negara ASEAN saja melainkan negara-negara yang berada di kawasan Asia Pasifik. Kerangka perdamaian ini tidak mengesampingkan peran serta negara besar yang berada di kawasan dan memungkinkan negara besar tersebut untuk terlibat secara konstruktif dalam menjaga keamanan di kawasan.

TAC atau Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia menjadi kerja sama politik lainnya yang dilakukan oleh negara ASEAN. Kerja sama ini dibentuk guna menciptakan stabilitas politik serta keamanan negara-negara Asia Tenggara. Melalui kerja sama ini, TAC dapat memberikan bantuan dalam penyelesaikan konflik atau permasalahan yang dialami oleh negara ASEAN secara damai. Kerja sama ini ditandatangani oleh lima negara pendiri ASEAN pada tahun 1979. Hingga tahun 2014, ada 32 negara yang telah mengakses TAC.

AICHR menjadi kerja sama politik lainnya yang dilakukan oleh negara-negara ASEAN. AICHR merupakan komisi perlindungan HAM yang didirikan pada tahun 2009 di Thailand. Badan perlindungan hak asasi manusia ini bertanggung jawab dan bersifat menyeluruh dalam melindungi HAM di kawasan ASEAN. Badan perlindungan HAM ini juga melakukan koordinasi dengan hal-hal yang berkaitan dengan HAM.

Kerja Sama Bidang Keamanan ASEAN

Kerja Sama Politik

Tidak hanya melakukan kerja sama politik antar negara ASEAN, negara-negara yang berada di kawasan Asian Tenggara juga melakukan kerja sama di bidang keamanan. Bentuk kerja sama bidang keamanan yang dilakukan oleh negara ASEAN yang pertama adalah dengan melakukan patroli di perbatasan negara bersama-sama. Patroli dapat dilakukan melalui jalur darat, laut dan udara. ASEAN juga melakukan kerja sama bidang keamanan lainnya dalam memberantas terorisme. Pemberantasan terorisme dilakukan oleh SOMTC dan AMMTC yang merupakan badan bentukan ASEAN. Indonesia menjadi negara yang mengetuai WG-CT atau Working Group on Counter Terrorism. ASEAN juga melakukan kerja sama dengan Mitra Wicara guna memberantas terorisme.

Batas negara menjadi isu maritim yang mendapatkan banyak perhatian oleh negara ASEAN. Karena itulah, negara ASEAN melakukan perjanjian keamanan maritim dalam menjaga keamanan negara bersama. Penanganan maritim harus dilakukan dengan komprehensif, terintegrasi dan menyeluruh. Perairan yang berada di Laut Cina Selatan dan Asia Tenggara memiliki peranan yang amat penting bagi perdagangan, perekonomian, komunikasi dan transportasi bagi negara ASEAN.

Kawasan yang berada di Asia Tenggara dinilai mudah melahirkan konflik atau permasalahan yang berkaitan dengan maritim. Kawasan ASEAN bahkan mudah menemui ancaman keamanan maritim non tradisional sehingga masalah maritim di kawasan ASEAN perlu mendapatkan perhatian yang lebih. Isu maritim sebaiknya harus ditangani dengan sinergi oleh negara-negara yang masuk ke dalam negara ASEAN. Wewenang negara ASEAN harus dikoordinasi secara komprehensif guna mendapatkan jalan keluar yang diterima oleh semua negara ASEAN.

Kerja sama maritim yang pernah dilakukan oleh negara ASEAN antara lain ARF atau ASEAN Regional Forum, ADMM atau ASEAN Defence Ministerial Meeting, AMF atau ASEAN Maritime Forum, AFCF atau ASEAN Fisheries Consultative Forum, ASEAN Connectivity Coordinating Commitee atau ACCC, ASEAN Mekong Basin Development Cooperation atau AMBDC, ASEAN Foreign Ministers Meeting atau AMM dan ASLOM atau ASEAN Senior Law Officials Meeting.

Operasi pemeliharaan perdamaian menjadi bentuk kerja sama keamanan yang dilakukan oleh ASEAN lainnya. Meskipun pertemuan regular ini tidak dilakukan setiap tahun, pemeliharaan perdamaian menjadi hal penting bagi kerja sama negara ASEAN. Pembahasan perdamaian dilakukan melalui PKEM atau Peacekeeping Expert Meeting. PKEM akan melakukan pembahasan kerja sama yang konseptual. PKEM juga melakukan pertukaran informasi yang berkaitan dengan pemeliharaan perdamaian. Pertemuan PKEM telah berlangsung sebanyak enam kali hingga saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *