Kerjasama Politik Negara ASEAN yang Bersifat Terbuka

Kerjasama Politik Negara ASEAN yang Bersifat Terbuka

ASEAN merupakan negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara. Berada di kawasan yang sama, sebelas negera melakukan kerjasama di berbagai bidang. Politik menjadi salah satu bidang kerjasama yang dilakukan oleh kesebelas negara. Kerjasama politik negara ASEAN dilakukan secara terbuka dan didasari oleh pendekatan keamanan yang baik dan komprehensif. Kerjasama politik ini tidak bertujuan untuk melakukan aliansi militer dan kebijakan luar negeri yang dilakukan secara bersama-sama.

Salah satu bentuk kerjasama politik yang dilakukan oleh negara ASEAN adalah penempatan duta besar di masing-masing negara. Kerjasama politik dapat dilakukan pula dengan cara kunjungan diplomatik pada kepala negara dan beberapa jajaran menterinya. Saling menghormati keadaan politik dalam negeri dan tidak mencampuri masalah suatu negara menjadi bentuk kerjasama politik lainnya yang bersifat terbuka. Keterbukaan kerjasama yang dilakukan oleh negara-negara ASEAN ini diharapkan tidak melahirkan kesalahpahaman antar negara ASEAN.

Contoh Kerjasama Politik Negara ASEAN

Kerjasama Politik Negara ASEAN yang Bersifat Terbuka

Untuk memperkuat hubungan antar negara ASEAN, melakukan kerjasama di bidang politik merupakan hal yang wajar. Hingga kini, ada banyak kerjasama politik yang dilakukan oleh negara-negara ASEAN. Berikut ini merupakan contoh kerjasama politik negara ASEAN yang berjalan secara terbuka:

  • ZOPFAN

Deklarasi perdamaian ZOPFAN menjadi salah satu bentuk kerjasama politik yang dilakukan oleh negara-negara ASEAN. Selain dilakukan oleh negara ASEAN, kerjasama politik ini juga mencakup kawasan yang lebih luas, yakni Asia Pasifik. Negara-negara yang turut melakukan kerjasama ini berupaya menahan diri dengan sukarela. ZOPFAN sendiri tidak mengesampingkan peranan negara kuat di kawasan tetapi melibatkan negara kuat tersebut untuk turut serta menangani masalah keamanan di kawasan ASEAN dan Asia Pasifik.

  • Treatry of Amity and Cooperation in Southeast Asia atau TAC

Kerjasama politik terbuka lainnya yang dilakukan oleh negara-negara di kawasan ASEAN adalah TAC. Tujuan dari kerjasama ini adalah untuk melahirkan stabilitas politik kawasan Asia Tenggara. Jika ada permasalah politik yang terjadi diantara negara ASEAN, perjanjian TAC ini dapat digunakan sebagai alat penyelesaikan permasalahan secara damai. Tahun 1987, perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh lima kepala negara ASEAN. Hingga tahun 2014, kerjasama TAC juga diikuti oleh 32 negara lainnya di dunia.

  • ASEAN intergovernmental Commission on Human Rights atau AICHR

Untuk memberikan perlindungan terhadap hak asasi manusia, negara di kawasan Asia Tenggara juga membentuk kerjasama AICHR. Kerjasama yang dimulai sejak tahun 2009 ini dibentuk di Thailand ketika KTT yang ke-15 berlangsung. AICHR menjadi badan konsultatif dan bagian integral organisasi ASEAN. Badan konsultatif ini bersifat menyeluruh dan memiliki tanggung jawab dalam memberikan perlindungan hak asasi manusia di kawasan negara ASEAN.

Pembentukan ASEAN

Kerjasama Politik Negara

ASEAN menjadi organisasi internasional yang negara pengikutnya masuk ke dalam kawasan Asia Tenggara. Berdirinya ASEAN bermula ketika terjadi pertemuan yang dilakukan oleh 5 menteri luar negeri yang berasal dari negara di Asia Tenggara. Pertemuan tersebut terjadi di Bangkok, Thailand pada tanggal 5 hingga 8 Agustus tahun 1967. Di akhir pertemuan pada tanggal 8 Agustus tahun 1967, 5 wakil negara menindaklanjuti secara bersama untuk melakukan pertemuan serta pendatanganan deklarasi ASEAN. Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand merupakan negara yang melibatkan wakilnya dalam pendatanganan deklarasi ASEAN.

Indonesia diwakili oleh Adam Malik, Malaysia diwakili oleh Tun Abdul Rajak, Filipina diwakili oleh Narciso Ramos, Singapura oleh S. Rajaratman dan Thailand yang diwakili oleh Thanat Khoman. Deklarasi yang ditandatangai oleh kelima wakil negara tersebut dikenal dengan nama Deklarasi Bangkok. Isi dari Deklarasi Bangkok tersebut antara lain:

  1. Meningkatkan stabilitas dan perdamaian regional
  2. Mempercepat kemajuan sosial, perkembangan budaya dan pertumbuhan ekonomi negara ASEAN
  3. Meningkatkan kerjasama politik negara, sosial, ekonomi, administrasi dan ilmu pengetahuan
  4. Meningkatkan kerjasama guna meningkatkan pendidikan, penelitian dan pelatihan di negara-negara Asia Tenggara
  5. Menjaga kerjasama dengan erat melalui organisasi regional dan organisasi internasional

Selain melakukan kerjasama politik, negara yang berada di kawasan Asia Tenggara juga melakukan kerjasama di bidang keamanan. Sama halnya dengan kerjasama politik yang dilakukan secara terbuka, kerjasama ini juga bersifat terbuka. Patroli bersama yang dilakukan di perbatasan negara menjadi bukti bahwa kerjasama ASEAN di bidang keamanan dilakukan secara terbuka. Patroli yang dilakukan di perbatasan tidak hanya dilakukan di darat melainkan juga dilakukan melalui udara dan laut.

Pemberantasan terorisme menjadi bentuk kerjasama keamanan lainnya yang dilakukan oleh negara ASEAN. Kerjasama ini dilakukan telah berjalan dalam waktu yang lama. Kerjasama memberantas terorisme dilakukan melalui SOMTC dan AMMTC. Indonesia bahkan ditunjuk sebagai pengembala dalam memberantas terorisme yang ada di kawasan Asia Tenggara. Pencapaian ASEAN dalam memberantas terorisme berhasil dicapai melalui ACCT yang ditandatangani oleh kepala negara ASEAN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *